• Follow Us On : 

Penyerangan Rumah Dinas PT Langgam Harmuni Diduga Didanai Dosen Anthony Hamzah

Penyerangan Rumah Dinas PT Langgam Harmuni Diduga Didanai Dosen Anthony Hamzah
Rabu, 08 September 2021 - 16:14:48 WIB
Pekanbaru (Bingkai Riau) - Hingga saat ini Polres Kampar masih terus mendalami dalang penyerangan dan pengerusakan rumah dinas para karyawan PT Langgam Harmuni di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Peristiwa itu terjadi 15 Oktober 2020 lalu dimana penyerangan itu melibatkan Hendra Sakti dan bersama Aris Zanolo Laia alias Marvel. Turut terlibat Anton Laia, Yasozatulo Mendrofa, Muslim bersama sedikitnya 300 orang massa lainnya.
 
Dalam kasus tersebut, Polres Kampar telah menetapkan Hendra Sakti Effendi sebagai tersangka. Bahkan saat ini telah memasuki tahap II di Pengadilan Negeri Kampar.
 
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Berry Juana mengatakan bahwa masih melakukan penyelidikan terhadap kasus-kasus tersebut. "Saat ini penyelidikan masih berlanjut," katanya.
 
Salah satu yang menjadi fokus dalam penyelikannya tersebut yakni adanya aliran dana senilai Rp600 juta kepada Hendra Sakti yang diduga merupakan kesepakatan antara dirinya bersama  Anthony Hamzah yang merupakan Ketua Kopsa-M dan juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Riau. Anthony diduga membiayai penyerangan tersebut guna menyelesaikan permasalahan di wilayah tersebut.
 
Aliran dana ini, juga terdapat dalam dakwaan Kejaksaan Negeri Kampar yang dibacakan dalam sidang yang berlangsung di PN Kampar, Selasa (24/08/21) lalu.
 
Dalam dakwaan itu, dirinci bahwa uang senilai Rp600 juta itu diberikan kepada Hendra Sakti secara bertahap sebanyak lima kali sejak Juli 2020 lalu.
 
Empat kali masing-masing Rp 100 juta dan terakhir Rp 200 juta pada 25 September 2020 atau beberapa hari sebelum kerusuhan.
 
Bukan hanya itu, Berry juga mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan proses penyelidikan yang mengarah untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.
 
"Intinya semua proses penyelidikan masih berjalan. Kita liat saja nanti hasilnya," bebernya.
 
Sementara terkait 300 massa yang terlibat, Berry tak dapat berkomentar banyak. Meski dalam dakwaan 300 orang tersebut, disebutkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
 
"Dakwaan itu sudah bukan ranah kita. Sebab sudah masuk dalam tahap II," paparnya.
 
Terpisah, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Kampar, Sabar Gunawan menjabarkan maksud DPO dalam dakwaannya Lantara 300 orang tersebut tidak diketahui identitasnya masing-masing.
 
"DPO yang kita maksud adalah bersama-sama dalam kasus tersebut. Jadi, lebih mengarah kepada "bersama"," terangnya.
 
Dalam kasus ini, Hendra sakti yang ditangkap atau ditangkap oleh Polres Kampar awal Juni 2021 itu didakwa degan pasal 170 ayat 1 junto Pasal 56 ke 1 KUHP atau pasal 368 ayat 1 junto pasal 55 ayat ke 1 KUHP pasal 335 ayat 1 junto pasal 1 ayat ke 1 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara. (fik)

Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER