Pekanbaru (Bingkairiau.com) – Berdiri sejak 27 Agustus 2015 sebagai komunitas riset berbasis teknologi data di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Puzzle Research Data Technology (Predatech) telah berkembang menjadi salah satu pusat inovasi akademik paling progresif di kawasan pendidikan tinggi Islam Indonesia. Berfokus pada pengembangan data science, artificial intelligence, big data, business intelligence, serta sistem pendukung keputusan, Predatech lahir sebagai wadah strategis yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan visi besar mendukung pembangunan nasional melalui inovasi teknologi, Predatech tidak hanya membangun kultur akademik modern, tetapi juga berhasil menempatkan dirinya sebagai representasi kemajuan riset teknologi di lingkungan kampus berbasis keislaman.
Selama satu dekade terakhir, Predatech menunjukkan perkembangan signifikan melalui berbagai capaian akademik yang membanggakan. Organisasi ini berhasil melahirkan lebih dari 70 publikasi ilmiah bereputasi internasional terindeks Scopus, puluhan karya ilmiah nasional, jaringan kolaborasi dengan berbagai institusi, serta penyelenggaraan program akademik berkelanjutan melalui platform Predatech Creation and Inspiration of Technology (PRECISION). Berbagai kegiatan ilmiah, seminar nasional, pelatihan teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat menjadi bukti bahwa Predatech telah bertransformasi dari sekadar komunitas riset mahasiswa menjadi kekuatan akademik yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan ilmu pengetahuan dan pengembangan kapasitas sivitas akademika.
Komitmen besar tersebut kembali ditegaskan melalui seminar monumental bertema “Optimalisasi Peran Sivitas Akademika dalam Tridarma Perguruan Tinggi Berbasis Sains dan Teknologi untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI)” yang sukses diselenggarakan pada 12 Mei 2026 di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Suska Riau. Seminar ini dihadiri lebih dari 350 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas program studi. Kegiatan tersebut menjadi ruang ilmiah strategis untuk memperluas pemahaman akademik mengenai pentingnya integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan, kesetaraan gender, inklusi sosial, serta pemberdayaan berbasis teknologi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Ketua Predatech, Mustakim, S.T., M.Kom., dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan akademik Predatech dalam memperkuat pemahaman sivitas akademika terhadap SDGs dan GEDSI. Ia menjelaskan bahwa meskipun konsep pembangunan berkelanjutan telah lama hadir di lingkungan kampus, implementasinya masih memerlukan penguatan konseptual dan praksis. Dengan pengalaman panjang Predatech dalam dunia publikasi ilmiah dan kegiatan tridarma, organisasi ini berupaya menjembatani kebutuhan akademik kampus dengan isu global melalui pendekatan yang inovatif, terukur, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Apresiasi mendalam terhadap konsistensi Predatech disampaikan oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, Dr. Yuslenita Muda, S.Si., M.Sc., yang secara resmi membuka kegiatan seminar tersebut. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa Predatech merupakan salah satu elemen penting dalam ekosistem akademik fakultas yang terus menghadirkan program-program inspiratif dan strategis. Menurutnya, keberhasilan Predatech dalam menyelenggarakan kegiatan berkualitas harus terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi fakultas dalam pengembangan sains, teknologi, dan pembangunan berkelanjutan.
Seminar ini menghadirkan Muhammad Fauzan Ansyari, M.Sc., Ph.D., Director of Satya Institute for Sustainability, sebagai narasumber utama pertama. Dalam pemaparannya, ia menekankan urgensi pembangunan kesadaran akademik terhadap pendidikan berkelanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam membentuk generasi yang mampu mengintegrasikan prinsip SDGs ke dalam seluruh aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ia menyoroti bahwa sivitas akademika harus menjadi motor transformasi sosial melalui pendekatan keilmuan yang responsif terhadap persoalan global, lingkungan, dan kemanusiaan.
Narasumber kedua, Kunaifi, S.T., PgDipEnST., M.Sc., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I FST sekaligus Vice Director of Satya Institute for Sustainability, mengupas strategi penyusunan proposal riset dan pemberdayaan masyarakat berbasis SDGs serta GEDSI. Ia menyampaikan bahwa seminar ini merupakan pelaksanaan perdana di UIN Suska Riau, meskipun dirinya telah aktif memberikan pelatihan serupa di berbagai wilayah Indonesia. Kunaifi mengapresiasi langkah progresif Predatech yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan akademik berkelas nasional dengan pendekatan multidimensional yang menghubungkan riset teknologi dan pembangunan sosial.
Melalui keberhasilan seminar ini, Predatech kembali menegaskan posisinya sebagai pionir pengembangan akademik berbasis teknologi, inovasi, dan keberlanjutan di Indonesia. Dengan fondasi riset yang kuat, prestasi publikasi internasional, serta komitmen terhadap tridarma perguruan tinggi, Predatech tidak hanya memperkuat kualitas internal kampus, tetapi juga mendorong lahirnya transformasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. Seminar SDGs dan GEDSI ini menjadi simbol nyata bahwa Predatech terus bergerak maju sebagai pusat inspirasi, inovasi, dan perubahan strategis bagi masa depan akademik Indonesia.







