Pekanbaru (Bingkai Riau) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelaporan hasil belajar peserta didik, SMAN 16 Pekanbaru menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dengan tema Melalui Terampil Literasi, Numerasi dan Artificial Intelligence. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari (22-23) Mei 20226 lalu.
Kepala SMAN 16 Pekanbaru, Dr Hj Nurhafni MPd mengatakan, program pelatihan literasi dan numerasi berbasis kecerdasan buatan (AI) digelar sebagai upaya memperkuat kemampuan para guru SMAN 16 Pekanbaru. “Ini kita lakukan karna sekolah kita sebagai Sekolah Model Implementasi PM dan KKA yang ditetapkan oleh Kemendikdasmen,” kata Nurhafni.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk membekali para pendidik dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern. Fokus utama pelatihan adalah penerapan teknologi AI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta analisis data pendidikan.
“Kita yang menyadari pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar pembelajaran tetap relevan dan menarik. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya empati dan komunikasi dalam proses pengajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, integrasi AI tidak hanya memperkuat kemampuan kognitif, tetapi juga membentuk karakter pendidik yang humanis.
Nurhafni juga menambahkan, peserta didorong untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Pendekatan kolaboratif yang diterapkan membuat proses pelatihan terasa lebih bermakna.
“Untuk pesertanya dari guru guru SMAN 16 Pekanbaru dengan Nara sumber dari Universitas Lancang Kuning bapak Roki Hardianto, M.Kom. Pelatihan ini diharapkan mampu menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas mentor guru sebagai pembelajar sepanjang hayat,” harapnya. (ade)







