PMI Discussion Forum Gagas Pemberdayaan Kolaboratif dengan BPPMT Pekanbaru

Pekanbaru143 Dilihat

Pekanbaru (Bingkairiau.com) – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau resmi meluncurkan PMI Discussion Forum (PDF) sebagai wadah intelektual dan ruang dialog akademik yang berfokus pada isu-isu pengembangan masyarakat, pemberdayaan umat, dan transformasi sosial. 17/6/2026.

Chief Executive Officer (CEO) PMI Discussion Forum sekaligus Ketua Program Studi PMI, Yefni, menjelaskan bahwa lahirnya PDF terinspirasi dari keberadaan World Economic Forum (WEF), sebuah forum global yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas persoalan-persoalan strategis dunia.

“PMI Discussion Forum kami hadirkan sebagai ruang bertemunya mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, pemerintah, dan masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai isu strategis terkait pengembangan masyarakat, pemberdayaan umat, transformasi sosial, inovasi, kebijakan publik, hingga isu-isu kontemporer dalam perspektif Islam,” ujar Yefni.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan dapat membangun budaya akademik yang kritis, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi guna mendukung terwujudnya masyarakat yang berdaya, inklusif, dan berkelanjutan.

Lebih jauh, Yefni menegaskan bahwa PMI Discussion Forum tidak hanya berhenti pada kegiatan diskusi semata, tetapi juga diarahkan menjadi pusat produksi gagasan dan rekomendasi kebijakan. Ke depan, forum ini ditargetkan mampu menghasilkan berbagai dokumen akademik dan kebijakan seperti Policy Paper, Position Paper, Policy Brief, White Paper, Working Paper, Advocacy Paper, hingga Vision Paper yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.

Sementara itu, Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau, Muhammad Badri, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap lahirnya PMI Discussion Forum.

“Kami mengapresiasi kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh Program Studi PMI. Semoga forum ini menjadi ruang yang produktif bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan dampak positif bagi kemajuan fakultas dan masyarakat luas,” ujarnya.

Pada sesi perdana PMI Discussion Forum, hadir sebagai narasumber Ahmad Syahrir, Kepala Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Pekanbaru. Dalam paparannya, Ahmad Syahrir menawarkan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, sebagai salah satu wilayah prioritas transmigrasi di Provinsi Riau yang dapat dikembangkan menjadi laboratorium pemberdayaan kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah.

“Pulau Rupat memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium pemberdayaan masyarakat. Tentu implementasinya memerlukan mekanisme dan desain kolaborasi yang dibahas secara komprehensif antara kampus dan BPPMT Pekanbaru,” ujar Ahmad Syahrir.

Ia menjelaskan bahwa BPPMT Pekanbaru merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Transmigrasi yang memiliki wilayah kerja di sepuluh provinsi di Sumatera, termasuk Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Saat ini terdapat dua wilayah prioritas transmigrasi di kawasan tersebut, yakni Pulau Rupat di Riau dan Barelang (Batam) di Kepulauan Riau.

Menurut Ahmad Syahrir, transformasi kebijakan transmigrasi saat ini tidak lagi semata-mata memindahkan penduduk, tetapi diarahkan pada pengembangan kawasan berbasis pemberdayaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui industrialisasi dan hilirisasi komoditas unggulan.

Ia juga memperkenalkan Program Prioritas 5T Kementerian Transmigrasi yang meliputi Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong. Salah satu program yang dinilai sangat relevan untuk dikolaborasikan dengan perguruan tinggi adalah Trans Patriot, yaitu program yang bertujuan meningkatkan peran sumber daya manusia unggul dalam pembangunan kawasan transmigrasi.

“Mahasiswa dan dosen PMI memiliki peluang besar untuk terlibat sebagai mitra strategis melalui Program Trans Patriot maupun berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya. Kampus dapat menjadi pusat inovasi sosial sekaligus mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat transmigrasi yang mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut mendapat antusiasme tinggi dari dosen dan mahasiswa PMI. Kehadiran PMI Discussion Forum diharapkan menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan, memperkuat jejaring, dan melahirkan kolaborasi nyata antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *