FIKOM UMRI Dorong Mahasiswa Baru Berpikir Kritis dan Adaptif di Era Digital

Pekanbaru16 Dilihat

PEKANBARU (Bingkairiau.com) – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI) mendorong mahasiswa baru untuk berpikir kritis, menguasai informasi, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FIKOM UMRI, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Steal Information, Lead the Transformation” ini diikuti 275 mahasiswa baru dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Program Studi Hubungan Masyarakat. PKKMB menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia komunikasi yang terus berkembang.

Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa memasuki perguruan tinggi bukan sekadar memulai perkuliahan, tetapi juga menjadi proses pembentukan pola pikir, karakter, dan masa depan mahasiswa.

Menurut Jayus, mahasiswa komunikasi harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi serta aktif mencari pengetahuan melalui kegiatan membaca, mengamati, bertanya, dan berdiskusi. Informasi yang diperoleh juga harus diperiksa kebenarannya dan diolah secara kritis agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, kata steal dalam tema kegiatan tersebut tidak dimaknai sebagai tindakan mencuri secara harfiah, melainkan sebagai keberanian dan kecerdikan dalam menangkap informasi, pengetahuan, pengalaman, serta peluang yang tersedia.

Sementara itu, lead the transformation mengandung pesan agar mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu memanfaatkan pengetahuan untuk mendorong perubahan yang positif.

Jayus menegaskan bahwa kemampuan komunikasi tidak sebatas berbicara di depan publik atau membuat konten digital. Lebih dari itu, komunikasi berkaitan dengan kemampuan memahami manusia, membangun kepercayaan, menyampaikan kebenaran, dan menciptakan perubahan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), mahasiswa dituntut untuk terus beradaptasi tanpa mengabaikan etika dan tanggung jawab.

“Teknologi boleh berubah, tetapi nilai kejujuran, kepedulian, dan kemanusiaan tidak boleh hilang,” tegas Jayus.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam menggunakan serta menyebarkan informasi. Terlebih, mahasiswa komunikasi dan hubungan masyarakat nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai tantangan pengelolaan informasi dan pembentukan opini publik.

Selain penguasaan informasi, Jayus juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, organisasi merupakan ruang pembelajaran untuk mengembangkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, serta keterampilan menyelesaikan masalah.

Meski demikian, ia mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak mengganggu tanggung jawab akademik.

“Berorganisasi penting untuk mengembangkan diri, memperluas pengalaman, dan membangun jejaring. Namun, jangan sampai kesibukan organisasi membuat Saudara kehilangan fokus. Tujuan awal datang ke kampus adalah kuliah. Karena itu, akademik dan organisasi harus berjalan seimbang,” pesannya.

Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk memperluas pengetahuan, mengikuti kompetisi, membangun relasi yang sehat, dan berani mencoba berbagai pengalaman baru.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir di ruang kuliah, tetapi juga mampu berkontribusi melalui berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat.

Kegiatan PKKMB tersebut turut dihadiri Wakil Dekan FIKOM UMRI, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat, dosen, tenaga kependidikan, PK IMM Imam Syafi’i, pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat, serta sejumlah alumni.

Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai sistem akademik, program studi, layanan administrasi, fasilitas laboratorium, kegiatan kemahasiswaan, dan lingkungan pembelajaran di FIKOM UMRI.

Melalui kegiatan ini, FIKOM UMRI berkomitmen mempersiapkan generasi komunikator yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

PKKMB diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk membangun semangat belajar, memperluas wawasan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan diri menjadi insan komunikasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan membawa perubahan positif bagi masyarakat. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *