• Follow Us On : 

GURU; Penakluk Everest

GURU; Penakluk Everest Dr. Santoso, S.S., M.Si Dekan Fakultas Studi Islam Umri
Kamis, 30 November 2023 - 19:00:47 WIB

 

Pekanbaru (Bingkairiau.com) - Guru, Satu kata berjuta makna. Bila kata guru difahami sebagai pribadi, dialah orang yang memiliki keihlasan paling muruni di antara manusia. Pribadi yang memiliki segudang ilmu lalu mengajarkan kepada muridnya dengan suka rela, tanpa pamrih, tanpa mengharap tanda jasa. Guru, pribadi yang merelakan diri tetap sederhana dan apa adanya, agar murud-muridnya menjadi istimewa. 

 

Ketika kita mendengar penakluk gunung Everest pertama, ingatakan kita kemudian tertuju kepada  Edmud Hillary. Dialah orang yang diakui dunia menjadi penakluk gunung tertinggi di dunia itu pada tanggal tanggal 29 Mei 1953, pukul 11.30. Pria berkebangsaan Selandia Baru tersebut Namanya sontak populer dan mendapat penghargaan bergengsi dari Ratu Elizabeth II. Kepadanya diberikan gelas kebangsawanan Sir Edmund Hillary atas pencapainayan tersebut. 

 

Dibalik pretasi Edmund Hillary, dunia juga mencatat orang yang paling berjasa dalam penaklukan tersebut, dia adalah Tenzing Norgay. Seorang pemandu wisata Nepal yang bertindak sebagai Guru dalam misi Edmund Hillary. Setelah ketemu kata sepakat, Tenzing Norgay sebagai pemandu misi, segera dia melakukan peroses penjelasjalan terlebih dahulu, sendiri, dan lebih awal sebelum misi di mulai. Hal ini dia lakukan karena dia sadar, dia adalah guru yang akan memandu muridnya mencapai tujuan. 

 

Beberapa kali Norgay mendaki gunung Everest seorang diri, menhafalkan rute dan karakter jengkal lintasan. Tujuannya adalah agar Edmund Hillary tidak banyak menemui hambatan pada saatnya nanti. Menjelang selangkan di punjak pendakian, Norgay berhenti. Dia hanya memandangi puncak impian itu. Dia katanya dalam hati, “Aku dapat menginjakkan kakiku di puncak itu, lebih awal. Tinggal selangkah saja. Tapi itu bukan impianku, itu bukan milikku. Itu milik Edmund Hillary. Setelah itu dia turun dengan hati sangat bangga. 

 

Ketika jadwal misi penaklukan dimulai Edmund Hillary mempersiapkan diri selayak seorang penakluk misi besar. Tenzing Norgay dengan tenang memandunya berjalan di depan, melewati rute perjalanan yang telah dia kenal sebelumnya. Perjalanan begitu lancar sampai menjelang puncak. Pada titik selangkah menjalang puncak, Tenzing Norgay berhenti. 

 

Edmund Hillary terkecut, Mengapa Anda berhenti?, tanyanya kepada Norgay. Sambil tersenyum Norgay mejawab tenang,  Ini langkah saya Terakhir memandu Anda, selangkah lagi sampai di puncak, itu milik Anda, hanya selangkah lagi. Saya tidak akan melangkah ke sana sebab itu bukan impianku, itu impianmu. Impianku adalah mengantarkan Anda suskses sampai di puncak. 

 

Edmund Hillary segera memandang ke puncak, selangkah di depan matanya. Jantungnya berdegub kencang, matanya sembam mengharu biru, kakinya gemetar melangkah ke puncak. Detik itu menjadi peristiwa yang diukir sejarah dan mengantarkan Edmund Hillary menjadi seorang Sir, gelar kehormatan dari Ratu Elizabeth II. 

 

Di balik kemegahan pencapaian Edmund Hillary, ada pribadi sederhana yang tidak butuh penghargaan dan ketenaran, dialah Tenzing Norgay. Seorang mentor, guru yang merelakan lelah dan waktunya agar dia yang dibimbingnya sampai di puncak impian. Bila Norgay berhasarat untuk sampai di puncak, pasti dia mampu, dan pasti lebih awal dia sampai dari Edmund. Tapi dia, Nogay adalah seorang guru, yang memiliki cara lain untuk membahagiakan diri, dengan jalan mensukseskan anak asuhnya, Sang penakluk Everest, Edmund Hillary.

TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER