Kampar (Bingkai Riau) – Koperasi Petani Sawit Sejahtera Makmur (Koppsa M) mengintensifkan penggunaan lahan dengan mengkombinasikan tanaman jagung pipil dengan holtikultura. Kombinasi dua produk ini diharap dapat meningkatkan hasil tanaman pada tiap luasan lahan yang dikelola.
Ketua Koppsa M Nusirwan menjelaskan penanaman holtikultura melibatkan empat kelompok tani (koptan) yang telah berhasil menanam dan mengelola tanaman holtikultura.
Hal itu disampaikan Nusirwan pada acara panen perdana jagung pipil seluas tiga hektar di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siakhulu, Kampar, Selasa (1/9)2026). Hadir pada acara panen perdana jagung pipil Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial SPi MH, Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh, ninik mamak dan pemuka masyarakat.
“Saat ini ada 38 lahan replanting sawit milik Koppsa M yang dapat dipakai untuk program ketahanan pangan. 10 hektar lahan dipersiapkan untuk tanaman jagung pipil guna mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo,” jelas Nusirwan.
Panen perdana jagung pipil kali ini diakui Nusirwan belum memberikan hasil maksimal. Hak itu karena beberapa kendala seperti ketersedian air akibat kemarau ekstrim, teknis persiapan lahan, penanaman dan perawatan tanaman yang belum maksimal.
“Penanaman berikutnya kita akan lebih memperbaiki teknik penanaman jagung dengan menjamin ketersediaan air, teknik persiapan dan pengelolaan serta budidaya tanaman jagung pipil . Diantaranya pembajakan lahan secara berulang sebanyak dua sampai tiga kali sehingga terbentuk bedeng yang lebih baik untuk pertumbuhan jagung,”ujarnya.
Koppsa M, lanjut Nusirwan, juga akan mengkombinasikan jagung dengan tanaman holtikultura yang bekerjasama dengan empat koptan dengan sistem bagi hasil. Beberapa hortikulutra yang akan ditanam adalah gambas, melon dan semangka. Empat koptan yang bekerjasama dengan Koppsa M telah terbukti berhasil dalam budidaya holtikultura di Desa Kepau Jaya.
Nusirwan juga mengimbau agar pekerja Koppsa M dapat menjalin kerjasama dengan petani holtikultura yang tergabung dengan empat koptan. Sinergisitas ini diperlukan agar hasil yang didapatkan bisa maksimal
“Mari kita bersinergi dengan petani holtikultura. Keamanan dan keselamatan alat-alat peralatan pertanian, bahan-bahan pertanian menjadi tanggungjawab bersama. Adanya tanaman holtikultura diharapkan dapat meningkatkan hasil dan pendapatan bagi petani koptan dan SHU yang akan diterima anggota Koppsa M nantinya,” kata Nusirwan.
Sementara itu, Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial SPi MH mengapresiasi program Koppsa M dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas pemerintah. Panen perdana jagug pipil menjadi pemicu semangat untuk melanjutkan program penananam jagung pipil berikutnya agar memberikan hasil maksimal.
“Panen perdana ada sekitar 3 Ha jagung yang dipanen dengan estimasi hasil sekitar 4 ton per Ha. Panen perdana ini prediksi hasil panen yang diperoleh sekitar 12 ton jagung dan langsung ditampung oleh Perum Bulog,” ujarnya.
Wakil Ketua DPR Kampar Iib Nursaleh yang juga anggota Dewan Pengawas Koppsa M mengatakan untuk meningkatkan produktifitas jagung pipil maka persiapan lahan tanam harus dibantu dengan menggunakan mesin pembajak tanah.
Dengan bantuan mesin bajak, maka pengelolaan lahan untuk penanaman jagung menjadi lebih baik dengan pembuatan bedeng tanaman. Bahkan di Kecamatan PerhentianRaja, panen jagung pipil bisa menghasilkan 8.6 ton jagung per Ha lahan .
“Besarrnya hasil panen jagung pipil per Ha lahan karena didukung dengan persiapan lahan , penanaman, perawatan yang maksimal. Hasil 8.6 ton per Ha sudah merupakan hasil panen terbaik karena di daerah lain hasil maksimal berkisal 6 ton per hektar,” katanya.





