Pekanbaru (Bingkairiau.com) - 30 September 2026 . Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN
Suska Riau) sukses menyelenggarakan konferensi pertama, Suska Annual International
Conference on Interdisciplinary Islamic Studies (SAICIIS) 2026 di Hotel Pangeran Pekanbaru
pada tanggal 30 September 2026. Mengusung tema “Interdisciplinary Islamic Studies for
Addressing Global Challenges in Sustainable Environment, Society, and Economy”,
konferensi internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, serta
para pemangku kepentingan dari berbagai institusi untuk mendiskusikan kontribusi kajian
Islam interdisipliner dalam menjawab tantangan global di bidang keberlanjutan lingkungan,
pembangunan sosial, dan transformasi ekonomi.
Konferensi ini menghadirkan peserta, pemakalah, dan pembicara dari Indonesia, Türkiye,
Malaysia, dan Italia. Keragaman latar belakang akademik dan geografis tersebut
memperkuat posisi SAICIIS sebagai ruang dialog global yang mempertemukan tradisi
intelektual Islam dengan berbagai isu kontemporer, mulai dari pendidikan, lingkungan, dan
teknologi hingga ekonomi berkelanjutan dan pembangunan sosial.
SAICIIS 2026 menawarkan perspektif akademik yang menghubungkan nilai-nilai Islam
dengan isu-isu strategis abad ke-21, seperti pendidikan, keberagaman, pembangunan
berkelanjutan, filantropi, keuangan sosial Islam, transformasi digital, serta pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pendekatan interdisipliner, konferensi ini
mendorong lahirnya gagasan dan solusi yang relevan bagi berbagai persoalan lokal, nasional,
maupun global.
Konferensi secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti, M.S., S.E., M.Si., Ak., CA,
Rektor UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya
kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara dalam menghadapi perubahan iklim, transformasi
digital, ketimpangan ekonomi, serta dinamika sosial yang semakin kompleks. Beliau juga
menekankan bahwa nilai-nilai Islam seperti keadilan (‘adl), kemaslahatan (maṣlaḥah),
keseimbangan (tawāzun), kasih sayang (raḥmah), dan tanggung jawab sebagai khalifah di
bumi tetap relevan sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadaban.
Sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Mahmut Zengin dari Sakarya University, Türkiye,
memaparkan bagaimana pendidikan Islam dapat berperan dalam membangun harmoni
sosial dan kehidupan damai di tengah masyarakat yang semakin plural. Berangkat dari
pengalaman Türkiye, ia menyoroti pentingnya pendidikan sebagai sarana memperkuat
toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembentukan karakter yang mampu
merespons perubahan global secara konstruktif.
Post Views: 17