• Follow Us On : 

Dr Elviriadi: Bencana Yang Bertubi-tubi Akibat Pengerukan Alam Yang Sudah Lama

Dr Elviriadi: Bencana Yang Bertubi-tubi Akibat Pengerukan Alam Yang Sudah Lama Dr. Elviriadi. Pakar lingkungan nasional
Senin, 12 Agustus 2019 - 11:12:41 WIB

PEKANBARU (bingkairiau.com)- Bencana alam yang bertubi tubi melanda Riau disinyalir terjadi karena pengerukan  sumber daya alam yang telah lama berlangsung. Demikian kesimpulan yang disampaikan pakar lingkungan nasional Dr.Elviriadi melalui pesan whatsapps kepada Wartawan bingkairiau, Ahad (11/8/2019).

Putra Selatpanjang yang tercatat sebagai Anggota Tetap Society of Ethmobiologi di kampus Ohio State University itu menambahkan, kepedihan itu diterima masyarakat Riau dengan pasrah.

Sejak awal pembangunan kehutanan dan lingkungan dinegeri melayu tak permah mengapresiasi penduduk lokal. Tiba tiba tatanan adat istiadat dan kearifan ekologis Riau berantakan dihantam gelombang industrialisasi perkebunan dan kehutanan yang memangsa anak cucu, " kata nya.

Bencana alam yang bertubi tubi melanda Riau disinyalir terjadi karena pengerukan sumberdaya alam yang telah lama berlangsung. Mulai dari Penggundulan hutan tanah jutaan hektar, penggusuran sakai, mandi limbah, kabut asap alias ISPA, kriminalisasi penduduk kampung, sampai larangan membakar ladang sekarang ini.

Semua itu mungkin sudah menjadi taqdir bagi kami orang Melayu Riau. Nasi telah jadi bubur," sindir aktivis 98 itu. "Solusinya, kata Ketua Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu, negara tinjau penggunaan lahan/hutan, masak untuk kebun perorangan dikasi jutaan hektar, mana kuat lagi daya dukung lingkungan kalau gitu. Bencana lah yang tiba," ketusnya.

Ketua Majelis LH Muhammadiyah itu berujar, menyayangkan pemerintah tidak melakukan koreksi fundamental terhadap bencana asap yang terjadi. Dia menjelaskan, upaya mengerahkan TNI/Polri, BNPB, bahkan pendirian Badan Restorasi Gambut (BRG) itu sebuah tindakan eskapistis (pelarian). " jadi jangan over acting-lah dengan gejala asap bin Karhutla, deforestasi (penggundulan) itulah akar masalahnya yang sengaja dilupakan orang.

Kalau hutan tak gundul, gambut pasti lembab dan takkan terbakar walaupun siram bensin,". Negara harus konfrontir dong hulu masalah, hadapi aja, kok malah muter muter kutak atik aspek hilir nya bikin BRG dan Satgas Karhutla segala macam? Berarti pelarian dari masalah dan membuang duit rakyat," tutup dosen yang istiqamah gundul kepala demi hutan Riau itu.**


Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER