• Follow Us On : 

10 Bulan Naik Sepeda, Pasutri Asal Malang Tiba di Mesir

10 Bulan Naik Sepeda, Pasutri Asal Malang Tiba di Mesir Pasangan Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah, berhasil naik sepeda ke Mesir (viva.co.id)
Senin, 30 Oktober 2017 - 19:07:33 WIB
Bingkai Riau –  Sepasang suami istri asal Indonesia bernama Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah tiba di wilayah Mesir. Mereka berhasil menempuh perjalanan selama 304 hari dengan mengayuh sepeda tandem. Pasangan tersebut memulai perjalanan panjangnya dari kota Malang, sejak tanggal 17 Desember 2016 lalu.
 
Hakam mengatakan, perjalanan tersebut didasari oleh semangat berpetualang dan juga keinginannya untuk menunjukkan kepada dunia tentang Islam Indonesia yang moderat dan membawa damai.
 
Selama perjalanannya yang menempuh waktu ratusan hari tersebut, pasangan ini mengaku menemui beberapa kendala. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi yaitu perbedaan bahasa sebagai media komunikasi dengan penduduk lokal, khususnya saat melewati kota kecil yang masyarakatnya jarang berbahasa Inggris.
 
Salah satu pengalaman unik yang ia ceritakan yaitu saat berargumen dengan polisi di perbatasan Myanmar, karena tidak diizinkan memasuki wilayah Myanmar lewat jalur darat melalui Thailand. Setelah menelepon KBRI Bangkok, Hakam baru memahami peraturan bahwa mereka harus memiliki visa jika ingin masuk wilayah Myanmar lewat jalur darat.
 
Hakam Mabruri dan istri akhirnya tiba pada tanggal 29 Oktober 2017 dan menyempatkan diri mampir ke Kedutaan Besar RI di Kairo. Ia sempat bertemu dengan Duta Besar Helmy Fauzy. Pasutri ini berencana mengelilingi Mesir selama dua minggu ke depan, sambil menunggu proses visa Arab Saudi.
 
"Kegiatan seperti sangat positif dengan membawa nama Indonesia sebagai salah satu bentuk diplomasi yang dapat dilakukan oleh warga Indonesia. KBRI Kairo akan memberi dukungan dan bantuan yang dibutuhkan selama Hakam Mabruri dan istri berada di Mesir," ujar Dubes Helmy seperti disampaikan melalui rilis yang diterima VIVA.co.id, Senin, 30 Oktober 2017.
 
Bagi Hakam, ini adalah perjalanan pertamanya mengajak sang istri turut serta, setelah sebelumnya melakukan beberapa petualangan dengan sepeda seorang diri. Sedangkan bagi Rofingatul, perjalanan ini sebagai bentuk pengabdian istri mendampingi istri sekaligus memperkuat tawakal. (brc)
 
Sumber: viva.co.id

Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER