• Follow Us On : 

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Kunjungi SMAN 7 Pekanbaru

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Kunjungi SMAN 7 Pekanbaru
Kamis, 04 November 2021 - 21:19:02 WIB

Pekanbaru (Bingkai Riau) - SMAN 7 Pekanbaru dapat kunjungan dari Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Provinsi Riau Raja Yoserizal Zen. Kunjungan tersebut untuk pembinaan pelestarian, pengembangan budaya Melayu guna memperkuat karakter dan menuju masyarakat berbudaya dan sejahtera, berbasis teknologi informasi dalam lingkup masyarakat Agamis.

Kepala SMAN 7 Pekanbaru, Dr Hj Nurhafni MPd mengatakan, Kadis kebudayaan didampingi Sekretaris Fuadi, M Ridwan Kabid Cagar budaya, Kasi Sabri, Edy Yulisman, dan A Syamsir SH. Kadis beserta rombongan disambut kompang dan lagu-lagu melayu sambil berkeliling sekolah melihat mural permainan rakyat Riau.

"Beliau (Kadis, red) juga menyumbangkan buku dan pantun serta mengapresiasi SMAN 7 yang  sudah melestarikan dan mengembangkan buday. Dimana, kebudayaan Melayu sebagai salah satu dari berbagai macam kebudayaan yang hidup, tumbuh dan berkembang di muka bumi ini," kata Nurhafni.

Menurutnya, kebudayaan Melayu merupakan kebudayaan secara turun-temurun dilakukan oleh masyarakat. Kebudayaan Melayu merupakan salah satu pilar penopang kebudayaan nasional Indonesia khususnya dan kebudayaan dunia umumnya.

"Disamping aneka budaya lainnya, SMAN 7 Pekanbaru salah satu sekolah yang turut melestarikannya. Kadis kebudayaan dan yang lainnya berdecak kagum atas penampilan randai dan turut secara langsung ikut berandai kuansing," ujarnya.

Ia juga menyampaikan, SMAN 7 Pekanbaru memiliki inovasi yang kreatif, yaitu adanya kunci untuk keluar dari sekolah menulis pantun yang disediakan di loby sekolah diberi nama dengan "Derma Pantun".

"Selain melakukan kunjungan untuk pembinaan kebudayaan, pak Kadis juga melakukan penandatanganan Mou tentang pembinaan kebudayaan untuk mutu pendidikan di SMAN 7 Pekanbaru bersama Dinas kebudayaan Prov Riau," jelas Nurhafni.

Sementara Kadis kebudayaan menyampaikan, tradisi pantun memang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada sesi ke-15 di kantor pusat di Paris, Perancis.

"Selain itu nominasi pantun yang diajukan secara bersama oleh Indonesia dan Malaysia ini menjadi tradisi budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO," pungkasnya. (ade)


Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER