• Follow Us On : 

Sekdes Air terbit Sesalkan Petugas Kantor Pos Indonesia Plamboyan Tapung Persulit Warga Cairkan BST

Sekdes Air terbit Sesalkan Petugas Kantor Pos Indonesia Plamboyan Tapung Persulit Warga Cairkan BST masyarakat yang terdampak covid 19
Selasa, 28 Juli 2020 - 15:05:37 WIB
PEKANBARU (Bingkairiau.com) - Bantuan dari pemerintah pusat melalui program Bantuan Sosial Tunai kementrian sosial yang seharus nya dirasakan manfaat nya oleh masyarakat penerima bantuan diwaktu krisis akibat pandemi covid 19 ini tidak dirasakan oleh tiomas br sitorus karena sampai tahap ke tiga pencairan BST Kemensos tanggal 11 Juli yang lalu bantuan tersebut tidak dapat dicairkan.
 
Sekretaris desa air terbit bapak khalil menyampaikan bahwa pencairan BST atas nama tiomas br sitorus tersebut tidak dapat dicairkan oleh petugas pos  dikarenakan yang bersangkutan tidak dapat hadir, maka anak kandung nya yang bernama nurgaya berinisiatif untuk mencairkan kan BST, pihak pos tetap bersikeras tidak mau mencairkan karena nurgaya tidak masuk didalam kartu keluarga tiomas br sitorus, nurgaya selaku anak kandung tiomas br sitorus menyampaikan kepada petugas kantor pos bahwa kondisi orang tua nya dalam keadaan sakit parah sehingga tidak mungkin dibawa ke desa sibuak yang berjarak 12 km dari rumah nya untuk mencairkan bantuan tersebut, hal tersebut juga diperkuat oleh Sekretaris desa Air terbit yang saat itu mendampingi 66 kpm dari air terbit, meminta solusi dari pihak pos agar BST tiomas br sitorus ini dapat dicairkan, akhirnya petugas dari kantor pos plamboyan tapung berjanji akan mengantarkan langsung BST kealamat tiomas br sitorus dan meminta no hp yang bisa dihubungi, 
Dari pencairan BST  tahap pertama bulan mei sampai pencairan tahap kedua bulan Juni BST tersebut tidak kunjung diantar ke alamat tiomas br sitorus, oleh petugas pos, hingga pada akhirnya tanggal 11 Juli yang lalu pada pencairan BST tahap ke 3 nurgaya selaku anak kandung membawa orangtua nya yang dalam kondisi sakit untuk mencairkan bantuan tersebut, tetapi petugas pos menyampaikan bahwa BST atas nama tiomas br sitorus tidak dapat dicairkan karena nama tersebut sudah diblokir dari data penerima BST Kemensos , dan mengarahkan untuk datang ke dinas sosial Kampar.
 
Akhirnya nurgaya melaporkan kondisi tersebut kepada pemdes air terbit yang saat itu diterima sekdes, sekdes bersama Kadus mengkonfirmasi kepada pihak dinas sosial dan ternyata diberikan sebuah surat bahwa ada 800 ratus Keluarga penerima manfaat yang sudah dihapus dari data penerima BST Kemensos.
 
Atas kejadian ini   Sekretaris desa Air terbit menyampaikan kekecewaan nya pada petugas kantor pos plamboyan tapung yang dianggap tidak profesional dan sunguh sunguh dalam penyaluran bantuan ini, "akhirnya masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan tidak merasakan manfaat bukan karena tidak ada bantuan tetapi karena dipersulit dalam proses pencairan, dan meminta pihak dari kantor pos plamboyan bertanggung jawab atas kelalaian ini"
 
Kami berharap agar kedepan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi. pungkas sekdes air terbit.

Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER