• Follow Us On : 

SMPN 23 Pekanbaru Sangat Diminati, Memasuki Hari Terakhir PPDB Jumlah CPD Mencapai 500

SMPN 23 Pekanbaru Sangat Diminati, Memasuki Hari Terakhir PPDB Jumlah CPD Mencapai 500
Selasa, 07 Juli 2020 - 19:17:22 WIB
Pekanbaru (Bingkai Riau) - Pelaksanaan  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020 di SMPN 23 Kota Pekanbaru berlangsung aman dan lancar hingga memasuki hari terakhir, Selasa (7/72020). Penerapan protokol kesehatan bagi orangtua siswa menjadi perhatian serius panitia.
 
"Alhamdulillah, hingga hari terakhir pelaksanaan PPDB berjalan aman dan lancar. Hal ini berkat kerjakeras panitia dan kerjasama yang baik para orangtua yang mendaftarkan anaknya di SMPN 23 Pekanbaru," ujar Kepala SMPN 23 Kota Pekanbaru," Hj Efa Dewi MPd kepada bingkairiau.com, Selasa (7/7/2020).
 
Efa Dewi menjelaskan bahwa jumlah pendaftar setiap hari yang datang ke SMPN 23 mencapai 100 orang. Pembatasan jumlah pendaftar ini dilakukan demi menjaga agar orang tua siswa tidak berkerumunan saat mendaftarkan anaknya.
 
"Di tengah kondisi pandemi Covid-19 kita batasi jumlah pendaftar per harinya. Tamu yang datang juga wajib dicek suhu tubuhnya, memakai masker dan cuci tangan sebelum memasuki areal sekolah," terang Efa Dewi.
 
Khusus panitia PPDB, Efa Dewi menambahkan, diwajibkan memakai sarung tangan dan face field. Kemudian untuk kursi bagi pendaftar diterapkan pola social distancing (jaga jarak) dengan memberi tanda silang pada setiap kursi yang tidak diperkenankan untuk diduduki.
 
"Pak Kadis sudah meninjau PPDB di sekolah kita pada hari ke-5 kemarin, sedangkan Buk Kabid SMP didampingi Kasi Kurikulum meninjau di hari ke-3," ujarnya.
 
Hingga hari ke-5 PPDB di SMPN 23, sambung Efa Dewi, jumlah calon peserta didik (CPD) sudah mencapai 500 siswa. Sementara kuota siswa yang tersedia hanya sebanyak 256 siswa dengan 8 rombongan belajar (rombel).
 
"Radius zonasi hari terakhir di SMPN 23 Pekanbaru berjarak 1.442 meter untuk Kecamatan Tampan dan sekitarnya," ungkapnya. 
 
Efa Dewi menegaskan bahwa pihaknya sangat selektif dalam penerapan zonasi. Sebab, dirinya tidak ingin dengan adanya suket dan domisili fiktif akan merugikan warga Tampan, Pekanbaru. "Kita pastikan kali kalau soal suket dan domisili ini, jangan ada warga Tampan atau tempatan yang diragukan," katanya. (ade)

Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER