• Follow Us On : 

Bersama Lawan Covid-19, DR Firdaus MT: LIRA Diminta Sampaikan Informasi yang Edukatif ke Masyarakat

Bersama Lawan Covid-19, DR Firdaus MT: LIRA Diminta Sampaikan Informasi yang Edukatif ke Masyarakat
Sabtu, 09 Mei 2020 - 12:55:51 WIB
Pekanbaru (Bingkai Riau) - Dewan Penasehat LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Provinsi Riau DR H Firdaus MT meminta pengurus LIRA agar senantiasa memberikan informasi-informasi yang edukatif kepada masyarakat. 
 
Menurut Firdaus, semua lapisan masyarakat seyogyanya dalam kondisi saat ini untuk bergandeng tangan dan bersama-sama menyamakan persepsi dalam melawan virus corona (Covid-19) yang saat ini tengah melanda Riau khususnya Kota Pekanbaru yang kini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
 "Kita sangat sayangkan ada oknum-oknum dan kelompok-kelompok yang memberikan informasi yang justru membingungkan masyarakat Pekanbaru. Contoh saat pembagian bantuan jaminan sosial di Pekanbaru yang sempat terjadi dinamika di masyarakat. Tapi itu hal wajar, namun jangan diplintir-plintir. Jika kita berbicara masalah sosial, dinamika seperti itu merupakan hal yang wajar," ujar Firdaus kepada bingkairiau.com, Sabtu (10/5/2020).
 
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, jelas Firdaus, telah memutuskan bahwa Indonesia tidak akan menerapkan lockdown dalam menghadapi pandemi Covid-19. Pemerintah mengambil opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebahai jalan tengah yang cerdas dalam melawan virus mematikan ini.
 
Oleh sebab itu, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 serta menyelamatkan jiwa masyarakat menurut Firdaus ada dua cara yang harus diterapkan selama penerapan PSBB, termasuk di Kota Pekanbaru. Cara tetsebut yakni pertama dengan melakukan social distancing dan  kedua physical distancing.
 
"Kota Pekanbaru, mulai dari pra PSBB sampai dengan penerapan PSBB tahap satu hingga tahap kedua, kita telah mengambil jalan tengah itu. PSBB yang kita terapkan di Kota Pekanbaru yakni tidak terlalu keras, dan tidak pula terlalu lunak. Itulah namanya PSBB Antara," terang Firdaus.
 
Menurut Firdaus, ada tiga hal pokok yang perlu dijalankan dalam penerapan PSBB. Hal itu yakni belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah. Dengan menjalankan tiga hal pokok tadi, maka pemberlakukan PSBB di Kota Pekanbaru dapat dikawal dengan baik.
 
"Kalau kita semua sudah disiplin, Insya Allah masyarakat Riau khususnya Pekanbaru bisa terselamatkan dari bahaya Covid-19," katanya.
 
Firdaus menjelaskan pergerakan lainnya dalam penerapan PSBB di Kota Pekanbaru yakni dengan cara memberlakukan PSBB dengan ketat pada malam harinya. 
 
Pengawasan ketat itu dimaksud mulai dijalankan dari pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB. Sementara dari pukul 05.00 WIB hingga 20.00 WIB, lanjut Firdaus, pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang hendak beraktivitas di luar rumah.
 
"Tapi saya mengimbau kepada masyarakat Pekanbaru khususnya, jika tidak ada kepentingan untuk ekonomi saat diluar rumah atau untuk dukungan infrastruktur, sebaiknya masyarakat tetap berada di rumah saja," ujarnya.
 
Di Rumah Saja
 
Firdaus juga menerangkan bahwa selama pemberlakukan PSBB di Pekanbaru, aktivitas masyarakat sebenarnya tetap diatur pada siang harinya meski ada kelonggaran. Selanjutnya pada cek poin-cek poin, pemerintah juga selalu mengingatkan masyarakat jika tidak ada dukungan untuk ekonomi atau dukungan untuk infrastruktur saat berada diluar rumah, Firdaus mengajak masyarakat agar tetap berada di rumah saja.
 
"Perlu diingat juga, jika masyarakat Pekanbaru terpaksa tetap harus keluar rumah, jangan lupa memakai masker. Cuci tangan setelah beraktivitas, jangan sentuh benda-benda yang dicurigai tempat berjangkitnya virus corona, serta hindari tempat-tempat keramaian," katanya.
 
Berdasarkan analisa-analisa statistik yang telah dilakukan pemerintah serta berpedoman kepada data-data jumlah orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan warga yang positif Covid-19 yang ada di Provinsi Riau, Firdaus menyebutkan bahwa Riau telah melewati puncak penyebaran Covid-19.
 
"Dan Insya Allah pada akhir Juni 2020, Covid-19 akan berakhir di Bumi Lancang Kuning. Kalau diibaratkan dalam kurva, puncak penularan Covid-19 di Riau telah kita lewati yakni akhir April 2020 atau awal Mei 2020. Jadi saat ini kalau dalam kurvanya, penularan Covid-19 di Riau sudah turun," jelas Firdaus. 
 
Semua data analisa-analisa tadi, sambung Firdaus, tentunya akan dapat dicapai dengan dukungan penuh oleh masyarakat Riau. Artinya, disiplin masyarakat Riau khususnya Pekanbaru dalam mematuhi ketentuan PSBB sangat diperlukan.
 
Oleh sebab itu, Firdaus mengajak LIRA Riau dan para pemangku kepentingan di Kota Pekanbaru agar bersama-sama memberikan informasi-informasi yang edukatif kepada masyarakat. Langkah ini perlu dilakukan agar pemberlakukan PSBB di Kota Pekanbaru dapat berjalan dengan baik. Sehingga pada akhir Juni 2020 mendatang diharapkan tidak ada lagi kasus Covid-19 di Provinsi Riau.
 
"Insya Allah jika kita bersama-sama bergandengan tangan dalam bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan tuntas, kita harapkan dengan ikhtiar yang tinggi dan doa yang khusuk, Insya Allah wabah Covid-19 akan berakhir pada penghujung Juni 2020," pungkas Firdaus.
 
Firdaus mengucapkan terimakasih kepada pengurus LIRA baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Riau yang telah turut berperan membantu pemerintah dan masyarakat dalam melawan Covid-19. "Saya apresiasi tindak LIRA yang telah menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian yang harus selalu dijalankan," kata Firdaus.
 
Penulis: Zukri Subayang

Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER