• Follow Us On : 

Polisi Buru Penyebar Informasi Hoaks Acara di YLBHI

Polisi Buru Penyebar Informasi Hoaks Acara di YLBHI Aksi massa di depan kantor LBH Jakarta pada MInggu malam, (17/9/2017). Massa menuduh LBH menyelenggarakan kegiatan berbau komunis. (ANTARA)
Senin, 18 September 2017 - 20:31:11 WIB
Jakarta (Bingkai Riau) - Polisi menduga massa yang menggeruduk kantor LBH Jakarta dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta Pusat Minggu kemarin karena terprovokasi oleh adanya informasi hoaks. 
 
Informasi hoaks itu pada intinya menyebut bahwa di LBH Jakarta ada kegiatan berbau komunis.
 
"Ya (Massa termakan isu hoaks)," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Lapangan Tembak Senayan, Senin (18/9/2017).
 
Menurut Setyo, polisi tengah menelusuri dan mencari penyebar informasi hoaks itu. Dia menegaskan, pihaknya akan segera menemukan penyebar informasi menyesatkan tersebut. "Pasti akan kita cari. Kami mampu untuk menelusuri itu," ujarnya
 
Banyak sekali informasi hoaks yang beredar di dunia maya. Tapi Polri bisa meneliti dan menelusuri siapa yang menyebarkan informasi hoaks.
 
"Kita akan cari, karena jejak digital tak kan hilang yah," ujar Setyo. Dia pun memastikan acara “Asyik Asyik Aksi” yang digelar di LBH Jakarta adalah acara aksi musik.
 
"Itu aksi musik. Murni musik," katanya. Namun saat acara itu digelar, tiba-tiba ada sekelompok orang yang menyambangi kantor LBH Jakarta dan meminta kegiatan itu dihentikan.
 
Setyo menjelaskan sekitar jam 20.00 WIB sudah dilakukan negosiasi sampai dengan pukul 00.00 WIB. Negosiiasi terus dilakukan oleh Kapolres. 
 
Sampai Kapolda Metro Jaya juga tururn tangan unnuk menego mereka. Tetapi dari kelompol yang ada diluar pagar memimta orang-orang yang didalam ditangkap dulu," ujarnya.
 
Permintaan massa untuk menangkap orang-orang yang ada di dalam kantor LBH tak bisa diakomodir. Sebab, lanjut Setyo, kegiatan itu tak ada kaitannya dengan komunisme maupun lambang-lambang komunis.
 
Sumber: VIVA.co.id
 
 

Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER