• Follow Us On : 

Wanita Asal Minas Hidup Sendiri di Bangkinang, Siang Tinggal di Belakang Stadion Malam di Teras Toko

Wanita Asal Minas Hidup Sendiri di Bangkinang, Siang Tinggal di Belakang Stadion Malam di Teras Toko Mira sedang serapan pagi disalah satu kedai dijalan A Yani Bangkinang Kota, Minggu (12/3) pagi.
Ahad, 12 Maret 2017 - 16:22:52 WIB

KAMPAR (Bingkai Riau) - Salah seorang wanita muda asal Minas Kabupaten Siak, Mira Yani (17) tinggal sebatang kara di kota Bangkinang. Wanita yang  tidak pernah menikmati dunia pendidikan dan sampai saat ini tidak pandai tulis baca tersebut, sudah 3 Minggu terdampar di kota Bangkinang dengan hidup sangat menyedihkan.

Mira tinggal di tempat penjualan tiket stadion Tuanku Tambusai Bangkinang  bersebelahan dengan lapangan tenis jalan A Yani, tetapi karena banyak lelaki yang mendatangi dirinya pada malam hari dan akirnya Mira memilih  tidur malam hari di salah satu teras toko bangunan di kota Bangkinang. Untuk kebutuhan hidup sehari – hari dibantu oleh warga dekat lapangan tenis jalan A Yani, baik untuk serapan pagi maupun makan dan pakain juga diberi oleh warga.

Di tempat penjualan tiket tersebut berserakan sampah dan alas tempat tidur Mira seadanya, pintu masuk ke ruangan tempat penjualan karcis masih utuh. Kalau air hujan ruangan tersebut masuk air karena kaca tidak ada. Bau menyengatpun sangat terasa di tempat tinggal Mira  karena banyaknya sampah berserakan.

Beginilah kondisi tempat tinggal sementara Mira.

Mira kepada Bingkai Riau, Minggu (12/3) pagi di salah satu tempat sarapan pagi di jalan A Yani Bangkinang Kota mengungkapkan, “Orang tua saya tinggal di Minas Km 37 Kabupaten Siak dan kami 10 orang beradik kakak. Saya nomor 3 dalam keluarga dan ayah bekerja di salah satu masjid di Minas sedangkan ibu bekerja di kedai nasi di Minas,” terangnya.

Menurut pengakuan Mira, ia disuruh oleh  ibunya  merantau untuk mencari uang dan terdamparlah di kota Bangkinang. “Saya disuruh oleh ibu untuk pergi mencari uang dan setelah dapat uang baru pulang. Oleh sebab itulah saya meninggalkan Minas dan dari Minas sampai kesini  numpang mobil truck,” terangnya.

Ketika saya sampai di Bangkinang tinggal di tempat penjualan tiket stadion, untuk tidur malam juga disana, tetapi belakangan ini saya sering didatangi beberapa orang lelaki pada malam hari dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak lagi tidur di tempat penjualan karcis stadion pada malam hari dan siang nya masih di tempat penjualan karcis, ungkapnya.

Sekarang, untuk tidur pada malam hari di salah satu teras toko bangunan  di Bangkinang Kota dan disana tidak ada yang mengganggu. Selama di kota Bangkinang,  untuk makan dan minum dikasih orang dekat sini. Ketika ditanya mau pulang ke Minas dan Mira mengatakan, “Saya mau pulang ke Minas tetapi uang untuk pulang tidak ada,” ungkap Mira dengan lugunya.

Salah seorang warga jalan A Yani Bangkinang Kota yang masih berdekatan dengan stadion Tuanku Tambusai, Zul mengatakan, “Mira sudah 3 minggu tinggal didalam tempat penjualan tiket stadion. Untuk serapan paginya ditempat kita. Untuk makan siang dibantu oleh tetangga yang kedai nasi disini dan begitu juga dengan bajunya diberi oleh tentangga disini,” terangnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Zul, sepengatahuan saya Mira datang kesini tidak membawa apa – apa dan hanya pakaian yang ada ditubuhnya yang ada. Satu minggu terakir ini, banyak lelaki yang mengintainya pada malam hari. Oleh sebab itulah, dia tidak tidur malam hari ditempat penjualan tiket stadion karena takut didatangi oleh lelaki. (yl)


Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER