• Follow Us On : 

Kegiatan Bailiu Sampan Seolah – Olah Ditutupi, Organisasi Wartawan Kampar Kecewa

Kegiatan Bailiu Sampan Seolah – Olah Ditutupi, Organisasi Wartawan Kampar Kecewa
Sabtu, 04 Februari 2017 - 16:47:07 WIB

KAMPAR (Bingkai Riau) - Kegiatan Bailiu Sampan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke 67 mesti dilakukan evaluasi kembali. Kegiatan event pariwisata yang tidak melibatkan para wartawan yang bertugas di wilayah Kabupaten Kampar  menjadi pertanyaan besar. Dua Organisasi wartawan di Kampar kecewa karena program tersebut  tidak terkelola secara baik.

Menanggapi hal tersebut Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar Aprizal SE kepada wartawan di Bangkinang, Sabtu (4/2) siang mengatakan, “Kita mempertanyakan tujuan kegiatan Bailiu Sampan yang diselenggarakan hari ini, Sabtu (4/2) di sepanjang sungai Kampar. Kita sebagai organisasi wartawan juga tidak tahu siapa pelaksana kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Aprizal, bahwa kegiatan Bailiu Sampan terkesan sebagai kegiatan siluman. Kalau kegiatan itu dilaksanakan oleh masyarakat dan perlu kita dukung dan kita kembangkan sebagai event wisata Kampar. Tetapi jika kegiatan ini di taja oleh Pemda Kampar dengan memakai uang rakyat, maka ini perlu kita pertanyakan, tegasnya.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah mesti terukur dan memiliki tujuan yang jelas. Kita mempertanyakan apa yang menjadi tujuan dari kegiatan Bailiu Sampan tersebut. Kalau tujuannya untuk pengembangan wisata, mengapa tidak melibatkan media atau wartawan. Bukankah untuk mengembangkan pariwisata butuh publikasi yang kuat, ungkap Aprizal.

Tidak dilibatkannya media pada kegiatan yang bernuansa budaya ini, membuat pertanyaan besar kita dari kalangan wartawan. "Panitia jangan takut kepada media, tidak mungkin anggaran yang dihabiskan akan disorot wartawan", kesal Aprizal.

Hal senada juga disampaikan Ketua Forum Wartawan Kampar, Abu Bakar BN kepada wartawan mengatakan, kenapa kegiatan Bailiu Sampan tidak ada melibatkan wartawan. Paling tidaknya pemberitahuan. Kalau ada pemberitahuan, wartawan akan datang dan meliput kegiatan yang bisa kita manfaatkan untuk event pariwisata tersebut.

Apakah panitia pelaksana takut kepada wartawan, karena nanti jika wartawan tahu sumber dana dan jumlahnya berapa dan akan menjadi persoalan bagi oknum yang bermain. Kalau pemikiran panitia seperti itu, maka saya tegaskan, bahwa "fungsi wartawan tidak hanya mencari kesalahan panitia", tegas Abu Bakar.
Kegiatan Bailiu Sampan ini terkesan dilaksanakan secara tersembunyi, jika kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah daerah Kabupaten Kampar, maka seyogyanya kegiatan ini diberitahukan kepada khalayak ramai atau masyarakat. Jangan terkesan lagi pemerintah melaksanakan program hanya untuk melengkapi SPJ nya saja, ungkap Abu Bakar.

Menurut pantauan wartawan dilapangan, kegiatan Bailiu Sampan tidak banyak diketahui oleh masyarakat yang tinggal ditepi sungai Kampar. Salah seorang masyarakat Rimbio yang tinggal di tepi sungai Kampar, Mamak Syai kepada wartawan mengaku tidak mengetahui kegiatan Bailiu Sampan tersebut. "Saya tidak tahu dengan adanya kegiatan Bailiu Sampan tersebut", ungkap mamak Syai.

Salah seorang Kepala Desa di Kabupaten Kampar yang ikut Bailiu Sampan yang  enggan disebut namanya mengatakan, “Acara Bailiu Sampan yang dilaksanakan hari ini dalam ranka HUT Kabupaten Kampar ke 67 dan kami sekarang sedang berada diatas sampan menuju Danau,” terangnya singkat. (yl)


Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER