• Follow Us On : 

Ekspos Kasus Akhir Tahun

Narkoba Kasus Terbesar Sepanjang Tahun 2016

Narkoba Kasus Terbesar Sepanjang Tahun 2016 EKSPOSE: Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain (tengah) didampingi Waka Polda Riau Brigjen Pol Ermi Widyatno (kiri) Irwasda Polda Riau Kombes Pol Suwarno (kanan) saat ekspose akhir tahun 2016 di Mapolda Riau, Pekanbaru, Sabtu (31/12/2016). foto: Mhd Akhwan (r
Senin, 02 Januari 2017 - 23:34:47 WIB

PEKANBARU (Bingkai Riau) - Jelang pergantian tahun 2016 ke tahun 2017 Kepolisian Daerah (Polda) Riau melakukan sejumlah ekpose kasus yang terjadi sepanjang satu tahun. Beberapa kasus besar seperti narkotika, pencurian, kebakaran hutan dan lahan serta kecelakaan masih mendominasi.

Disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, ada sebanyak 10.747 kasus yang terjadi. Dengan jumlah penyelesaian tindak pidana sebanyak 7.312 kasus itu berarti masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan Polda Riau di tahun mendatang.

Ia menjelaskan, untuk kasus yang masih menjadi atensi utama adalah narkotika. Letak geografis serta padatnya penduduk di Riau menjadi alasan kenapa peredaran Narkotika sangat mudah. Untuk itu ia sendiri berjanji tidak akan main-main soal narkoba. Mengingat barang haram tersebut dapat merusak generasi. Sehingga menjadi pintu untuk melakukan berbagai macam tindak pidana.

“Saya sudah tekankan kepada seluruh jajaran. Agar tolong perhatikan betul permasalahan narkoba. Apalagi kalau ada yang berani terlibat. Kayak kemaren ada oknum (anggota) kami terlibat. Saya suruh tembak aja itu, bikin kesal,”terangnya saat ekpose dihadapan belasan wartawan, Sabtu (31/12).

Diakuinya rata-rata narkoba yang masuk ke wilayah Riau berasal dari negara tetangga Malaysia. Maka dari itu, pihaknya akan berupaya meningkatkan sejumlah pengamanan batas Negara. Seperti patroli. Rencananya, seiring dengan kenaikan tipologi Polda Riau mengusulkan untuk penambahan armada laut. Seperti Kapal Patroli yang saat ini dirasa masih belum cukup. Selain itu pihak Polda juga berencana menambah jumlah personil.

Mengingat pasukan yang ada saat ini masih sangat kurang. Dibanding dengan jumlah masyarakat. Dimana jika ditarget 1 Desa ada 1 orang Babinkamtibmas maka seharusnya Polda Riau memiliki 1.883 Babinkamtibmas. Namun saat ini jumlah Babinkamtibmas yang dimiliki baru 707. Dimana setengah dari jumlah yang ada memiliki tugas rangkap. Sehingga bagaimanapun juga hasil kerja yang diharapkan tidak dapat optimal.

“Mengapa kami ingin banyak Babin? harapan kasus yang tidak terlalu besar bisa di selesaikan secara mufakat dengan tokoh masyarakat. Win Win solution lah,”kata Kapolda.

Selain permasalahan narkotika, kasus yang paling banyak terjadi di Riau adalah pencurian. Seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan hingga pencurian kendaraan bermotor. Menurut Kapolda, hal tersebut bisa di antisipasi asal masyarakat peka terhadap kejahatan jalanan itu. Seperti lebih protektif terhadap harta benda sendiri. Peduli serta saling mengingatkan.

Sedangkan untuk kasus besar lainnya adalah kasus korupsi. Dimana Riau sendiri cukup rawan akan tindak pidana yang merugikan Negara itu. Dari pemaparan Kapolda, ada 29 kasus korupsi yang melibatkan 49 orang tersangka. Dimana para tersangka yang ada rata-rata kasusnya sudah di limpahkan ke Pengadilan. Untuk selanjutnya ia juga memiliki keinginan untuk membersihkan jajarannya. Karena menurut Kapolda selaku penegak hukum Polisi tentunya harus lebih bersih.

“Itu penting. Polisi kan tukang sapu, kalau tukang sapunya kotor ya ga pernah bersih,”sebut Jenderal Bintang dua itu mengibaratkan.

Soal target yang di rencanakan di tahun 2017, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo menambahkan ada beberapa pembangunan yang saat ini telah direncanakan. Seperti pembangunan Mapolda Riau di Sekolah Polisi Negara (SPN) Jalan Patimura. Sedangkan untuk SPN sendiri nantinya akan di pindahkan ke Kabupaten Kampar.”Itu rencana dan bisa jadi terealisasi di 2017. Bisa jadi tidak terkejar. Itu tergantung pusat,”kata Guntur.

Pihaknya juga menargetkan penurunan angka kecelakaan lalulintas. Dirincikan Guntur, penekanan terhadap angka kecelakaan lalulintas bisa dengan beberapa langkah. Seperti giat operasi serta penambahan peralatan Informasi Teknologi (IT). Ada beberapa CCTV yang ditargetkan aktif. Sebagai pengawas lalulintas yang bis terlaksana selama 24 jam. “Kami juga akan memperbanyak sosialisasi di 2017. Baik itu tentang tindak pidana umum, kusus atau pun kejahatan cyber yang belakangan marak terjadi,”tambahnya. ***

 

sumber: riaupos.co


Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER