• Follow Us On : 

Gus Dur Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Gus Dur Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan
Jumat, 23 Desember 2016 - 09:20:06 WIB

Jakarta - Ada kebiasaan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) setiap Jumat dan Sabtu di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di kantor yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat itu biasanya dia menandatangani berbagai surat rekomendasi yang diminta oleh siapa saja yang hendak melanjutkan kuliah ke luar negeri. Rekomendasi akan diberikan baik kepada orang yang telah dikenal maupun tak dikenalnya.

"Gus Dur malah akan marah kalau kita mengingatkan apakah orang yang diberi rekomendasi itu dikenalnya atau tidak. Tak heran bila ada oknum-oknum yang suka memanfaatkan sifat Gus Dur tersebut untuk kepentingan pribadinya," kata pengacara yang pernah menjadi politisi PKB, Hermawi Fransiskus Taslim kepada detikcom, Kamis (22/12/2016).

Dalam berinteraksi dengan sesama, dia melanjutkan, Gus Dur kerap mengingatkan agar kita tidak menanyakan asal-usulnya, baik itu suku maupun agamanya. "Tidak penting apa Agama atau Suku Anda. Jika Anda dapat melakukan hal-hal yang baik bagi semua orang, Anda tidak akan pernah ditanya apa Agamamu."

Gus Dur, kata Hermawi yang mengaku telah mengenal Gus Dur sejak awal 1990-an itu, tidak pernah mempermasalahkan jika orang yang dibantunya itu punya motif jahat. Bagi Gus Dur, lebih baik dirinya yang menjadi korban penipuan daripada si penipu itu menjadikan orang lain sebagai targetnya.

Indikasi lain bahwa Gus Dur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kata Hermawi, tidak pernah menolak tetamu yang datang. Sekalipun kondisinya sebetulnya sudah capek, bila tahu ada tamu yang sudah datang dan menunggu pasti akan diterimanya. Kalau pun ada tamu yang ditolak, biasanya bukan berasal dari Gus Dur langsung tapi merupakan kebijakan orang-orang dekatnya. "Terutama ketika kesehatannya tak lagi prima," ujarnya.

Secara terpisah, KH Maman Imanulhaq Faqieh menyebut perjuangan untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan merupakan satu dari tiga fondasi yang diperjuangkan diwariskan Gus Dur. Kemanusiaan merupakan prinsip yang sangat determinan untuk membangun kesetaraan dalam kebangsaan. Pada umumnya, kata kiai yang biasa disapa Kang Maman itu, suatu negara masuk kategori negara maju jika mampu menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasinya dan melaksanakannya secara optimal.

"Dalam hal ini, demokrasi dan pluralisme amat membutuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat menopang dan memperkuat kedua prinsip tersebut," ujar Kang Maman yang menerbitkan buku "Fatwa dan Canda Gus Dur" pada 2010.

Menurut Gus Dur, kata dia, Islam adalah agama yang meletakkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasinya. Hal ini merujuk firman Allah, "Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian sebagai lelaki dan perempuan, juga menjadikan kalian berbangsa dan bersuku-suku, melainkan agar membangun saling pengertian. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling bertakwa."

"Panggilan Tuhan dengan menggunakan, "Wahai Manusia" menyimpan pesan kesetaraan, agar setiap orang mengedepankan dimensi kemanusiaan dalam segala urusan. Itulah yang diperjuangkan dan diwariskan Gus Dur," ujar politisi PKB itu.


(erd/bag)


Akses www.bingkairiau.com Via Mobile m.bingkairiau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
BERGABUNG DI SINI
KABAR POPULER